Pendidikan

UNAS Sebagai Pionir Perubahan

42873580_10215688870206585_2562272055936417792_o

Oleh: WAHYU TRIONO KS

Pascasarjana Ilmu Administrasi Universitas Nasional. wahyutrionoks09gmail.com

Apa yang dapat kita bayangkan tentang Universitas Nasional (UNAS) yang didirikan pada 15 Oktober 1949? Usia UNAS pada 15 Oktober 2018 telah memasuki usia 69 tahun yang diibaratkan seperti manusia sudah memasuki lanjut usia.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua di Jakarta dan kedua tertua di Indonesia. UNAS didirikan atas prakarsa tokoh-tokoh terkemuka yang berhimpun dalam Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK).

Para pendiri Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK) terdiri dari: R. Teguh Suhardjo Sastrosuwingnyo, Mr. Sutan Takdir Alisjahbana, Mr. Soedjono Hardjosoediro, Prof. Sarwono Prawirohardjo, Mr. Prajitno Soewondo, Hazil, Kwari Katjabrata, Dr. Djoehana, R.M. Soebagio, Mr. Adam Bachtiar, Ny. Noegroho , Drs. Adam Bachtiar, Dr. Bahder Djohan, Dr. Leimena, Ir. Abd Karim, Prof. Dr. Soetomo Tjokronegoro, Mr. Ali Budiharjo, Poerwodarminta, Mr. Soetikno, Ir. TH. A. Resink, DR. Soemitro Djojohadikusumo, Noegroho, Soejatmiko, H.B. Jassin, Mochtar Avin, L. Damais, A. Djoehana, Nona Boediardjo dan Nona Roekmini Singgih.

Dengan UNAS yang telah memasuki lanjut usia, bagaimana peranan UNAS sebagai “Pioner Perubahan” dalam membangun peradaban? Apa yang harusnya menjadi konsens UNAS dan bagaimana UNAS berkiprah di pentas pendidikan nasional menjadi analisis yang perlu kita kemukakan untuk kemajuan dan masa depan bangsa Indonesia.

Paradigma Organik

UNAS sebagai sebuah organisasi dapat diibaratkan sebagai makhluk atau manusia dalam perspektif ilmu administrasi publik dengan pendekatan analogi (perumpamaan) seperti makhluk hidup, memiliki siklus hidup: dilahirkan, tumbuh, berkembang, dewasa, tua, kemudian mati.

Paradigma organik (organism paradigm) memandang organisasi sebagai suatu sistem yang menekankan pada unsur manusia sebagai pelaku utama. Dalam model organisasi ini, efisiensi dan efektivitas bukan merupakan aspek utama dalam pencapaian tujuan organisasi, sebab produk (output) tidak dipandang sebagai hal yang utama. Aspek yang dianggap lebih penting dalam organisasi model organik ini adalah adanya keseimbangan antara faktor manusia dengan faktor lingkungannya.

Menganalisis UNAS sebagai organisasi yang bertipe organik akan lebih banyak menerapkan pendekatan sistem terbuka (open system) yang menitikberatkan faktor manusia dan cara manusia tersebut berperilaku dalam kegiatan-kegiatan organisasi senyatanya. Oleh karenanya, dalam pendekatan ini faktor lingkungan yang memiliki kemungkinan pengaruh terhadap organisasi, sangat diperhatikan.

Hal paling esensial untuk kita kemukakan berkaitan dengan organisasi UNAS dilihat dari paradigma organik (organism paradigm) adalah soal kemampuan seluruh stakeholders UNAS untuk melihat siklus kehidupan organisasinya agar memiliki usia yang panjang dan sebelum mencapai titik puncak atau klimaks dan mengalami penurunan maka organisasi harus melakukan proses pengembangan organisasi (organizasional development).

Dalam perjalanan sejarahnya UNAS dalam kepemimpinan yang sangat lama dipimpin Prof. Dr. Mr. Sutan Takdir Alisjahbana 1968-1992 menempatkan UNAS sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka dengan berbasis keunggulan bahasa asing terutama bahasa Inggris dan kajian ilmu filsafat yang wajib bagi setiap mahasiswa.

Untuk UNAS sebagai kampus yang memiliki keunggulan di bidang bahasa sampai sekarang masih tetap dipertahankan bahkan dengan pengembangan berbagai bahasa asing lainnya Jepang dan Korea selain bahasa Inggris.

Dibawah kepemimpinan Rektor Dr. El Amry Bermawi Putera, MA yang memimpin UNAS sejak 2009 sampai dengan sekarang dengan para Wakil Rektor yang berkualitas dan seluruh pimpinan Universitas yang handal dan profesional menempatkan UNAS sebagai Pergeruan Tinggi yang terakreditasi A dalam penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Tentu bukan hanya Akreditas A saja, tetapi tenaga pendidik atau dosen yang berkelas nasional dan internasional serta profesional menempatkan UNAS sebagai Perguruan Tinggi swasta yang sangat diminati oleh lulusan SLTA dan para karyawan di Jakarta dan sekitarnya.

UNAS sebagai kampus yang digelari sebagai kampus perjuangan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1959 masih begitu melekat dalam perjalanan sejarahnya sampai saat ini dan dengan mengemban semboyan Pioner Perubahan yang memberi kesan kuat agar menjadi kampus yang responsif dalam menjawab tuntutan masyarakat dan zaman.

Pioner Perubahan

Pilihan pada semboyan Pionir Perubahan boleh jadi merupakan jawaban dari kesanggupan internal organisasi UNAS yang mengetahui bahwa masa keemasan, masa kejayaan atau masa puncak kesuksasan UNAS pada saat ini tidak boleh segera mengalami penurunan tetapi memiliki usia yang panjang dengan berbagai proses pengembangan organisasi (organizasional development) menjadikan UNAS sebagai perguruan tinggi swasta berakreditasi A, memiliki fasilitas gedung yang dapat dibanggakan dengan hadirnya Menara UNAS 1 dan Menara UNAS 2, melakukan kerjasama internasional dengan Korea Selatan (Korea Indonesia Cooperation Center), dan bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk Program Studi S3 Ilmu Ekonomi.

Dalam merespon perubahan yang begitu cepat, menghadapi era desruption (penghancuran), Revolusi Industri 4.0, munculnya tuntutan Generasi Z dan era melineal, UNAS merespon wewenang, fungsi dan tugas tri dharma perguruan tinggi berupa pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan melakukan berbagai inovasi yang bersumber dari semboyan sebagai Pionir Perubahan.

Pertama, dengan adanya suatu prediksi tentang bonus demografi bagi Indonesia, sebagaimana Sri Moertiningsih Aidoetomo, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyatakan, bahwa bonus demografi adalah keadaan dimana jumlah penduduk produktif (15–64 tahun) lebih besar dibandingkan jumlah penduduk muda (dibawah 15 tahun) dan lanjut usia (65 tahun ke atas) direspons UNAS dengan meningkatkan kualitas lulusan UNAS melalui proses pendidikan yang dijamin oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM). Selain itu mutu lulusan UNAS mulai dirancang untuk memiliki keahlian dan kemahiran khusus yang lebih memiliki spesialisasi dan bersertifikasi melalui Badan Pengembangan Profesi yang saat ini dipimpin oleh Dr. Adjat Daradjat, M.Si.

Dengan demikian, UNAS akan menghasilkan lulusan yang menjadi angkatan kerja yang produktif ketika Indonesia mengalami kejayaan dan kebangkitan ketika dapat menikmati puncak bonus demografi yang terjadi pada tahun 2020–2030. Bonus Demografi ini memberi peluang terjadinya pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan tertinggi dan penurunan angka kemiskinan.

Kedua, Dalam merespons berbagai perkembangan yang merupakan bagian dari implementasi tugas perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat maka UNAS melalui Badan-Badan dan Biro dan pusat studi selalu produktif dalam program-program penelitian, menjadi mitra legislatif dan eksekutif (Kementerian/Lembaga) dalam berbagai program penelitian, kajian dan pengabdian terutama program-program yang diinisiasi oleh Pusat Studi Ketahanan Nasional yang dipimpin oleh Iskandarsyah Siregar, M.Hum, Pusat Penelitian, Pendampingan, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P5M) yang dipimpin oleh Dr. Chazali H. Situmorang, Apt, M.Sc, Pusat Studi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan yang dipimpin oleh Dr. Zulmasyhur dan Pusat-Pusat Studi lainnya.

Ketiga, memenuhi tututan generasi melinial dan pentingnya UNAS menjadi universitas yang mendorong dan memfokuskan pada universitas yang berbasiskan entrepreneurship maka melalui UPT Wirausaha Mandiri/Inkubator Bisnis UNAS yang dipimpin oleh Drs. Suadi Sapta Putra, M.Si, M.SiM merancang program UNAS Weekend Entrepreneurship untuk menciptakan lingkungan dan iklim yang meningkatkan intensi mahasiswa untuk berwirausaha.

Inkubator Bisnis UNAS pada tahap awal bekerjasama dengan Majalah Wirausaha & Keuangan dan LEADER Indonesia pada Sabtu, 20 Oktober 2018 menggelar Seminar 1001 Ide Bisnis Bersama Milenial dan Bazar yang diikuti oleh UMKM, para pelaku usaha dan entrepreneurship dari seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Melalui ketiga fokus kegiatannya dalam merespon perubahan dan tuntuan lingkungan dan zaman dapat dipastikan UNAS menjadi universitas swasta terdepan dalam merespon perubahan atau menjadi Pionir Perubahan.

Penutup

Menjadikan UNAS sebagai universitas berbasis bahasa dan entrepreneurship, universitas yang tidak berada di menara gading dan meningkatkan kualitas lulusan yang dapat menjawab tuntutan lingkungan dan pasar serta berkontribusi secara nyata dalam menyambut bonus demografi bagi Indonesia sebagai suatu keniscayaan bagaimana UNAS mengerti dan memahami untuk memperpanjang usianya agar tidak segera mengalami penurunan secara kualitas sebagaimana paradigma organik (organism paradigm) dalam perspektif UNAS sebagai suatu organisasi organik.

Semua iktiar produktif dan berkualitas yang dilakukan oleh segenap civitas academica UNAS itu tentu saja merupakan peranan aktif UNAS dalam membangun peradaban bangsa melalui terwujudnya tradisi intelektual yang dibangun bukan hanya karena fasilitas pendidikan yang lengkap dan mewah, buku-buku yang banyak, oleh lautan dan samudera informasi yang luas, tetapi tradisi intelektual yang dibangun oleh suatu pencerahan.

Pendidikan yang mencerahkan hanya bisa ditemukan bila sistem pendidikan yang mencerahkan dan membebaskan berupaya mencari ilmu pengetahuan pada empat hal: Pertama, basa, yaitu mencari kebenaran dari koherensi kenyataan-kenyataan. Kedua, masa, yaitu kemampuan untuk menangkap arah atau gerak dari peristiwa. Ketiga, rasa bahasa, yaitu keserasian rasa seni atau keindahan seni dan. Keempat, yasa, yaitu kemampuan untuk menerima yang sakral dan yang suci.

Pada pendidikan yang mencerahkan dan membebaskan serta pencarian ilmu pengetahuan pada basa, masa, rasa dan yasa ini UNAS telah memfokuskan tugas beratnya dalam turut serta membangun peradaban bangsa melalui semboyan sebagai Pionir Perubahan.

Selamat Dies Natalis Universitas Nasional Ke-69). Kami bangga menjadi bagian dari civitas academica UNAS dan berkontribusi bagi bangsa. [Like and Share]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top