Kesehatan

Apakah Dokter Indonesia Sudah Merdeka?

dr Emir Soendoro SpOT

Jakarta – JSS. (14/08). Bertempat di Gedung Stovia/Museum Kebangkitan Nasional, Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Jakarta Pusat, Selasa 15 Agustus 2017 Pukul 09.00 – 13.00 WIB Jurnal Social Security (JSS) akan menyelenggarakan Renungan Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Ke-72.

“Kegiatan ini sebenarnya merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh para dokter, prakktisi, pelaku dan pengamat di bidang kesehatan untuk melakukan suatu reuni sekaligus perenungan berkaitan dengan hari kemerdekaan” Kata dokter Emir Soendoro di Jakarta.

“Silaturahmi Education Health and Advocacy Treatment atau SEHAT ini adalah merupakan suatu kegiatan sumbang saran atas pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan” Tambah dokter Emir.

Tema yang diangkat tahun ini terkesan provokatif, Apakah Dokter Indonesia Sudah Merdeka? Dokter Emir beranggapan bahwa profesi dokter itu sangat mulia, dan umumnya dokter telah berada di zona nyaman, tentulah para dokter dengan segala kesibukannya telah merasa nyaman dan merdeka.

Tetapi lanjut dokter Emir dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini saya nilai harus diperbaiki regulasi, atau sistemnya secara mendasar agar terjadi perbaikan dikemudiaan hari. Jaminan Sosial khususnya Jaminan Kesehatan itu secara prinsip tidak boleh membebani negara, tidak boleh merugikan pasien atau masyarakat dan tidak boleh membelenggu profesi dokter untuk menjalankan pengabdiaannya dalam mengobati pasien dan menyusahkan tenaga medis dan tenaga lainnya di bidang pelayanan kesehatan.

“Bila regulasi dalam pelayanan Jaminan Kesehatan itu mengusik kedaulatan dan membuat dokter tidak merdeka untuk lebih mengutamakan keselamatan pasien terlebih dahulu dengan melakukan tindakan yang cepat untuk menyelematkan pasien tentu regulasi dan sistem yang semacam ini harus kita perbaiki. Contohnya berkaitan dengan tarif dokter yang tentu saja harus ditinjau ulang dan harus manusiawi, tidak boleh menghancurkan harkat dan martabat dokter.” Tegas dokter Emir.

“Sebagai dokter spesialis orthopedi dan traumatologi saya berada di garda paling terdepan untuk melakukan tindakan cepat dan tepat dalam menyelamatkan pasien, meskipun memang urusan nyawa dan urusan kesembuhan itu adalah haknya Tuhan, tetapi secara medis pasien yang mengalami trauma akibat kecelakaan harus segera ditangani agar nyawanya tertolong. Tidak menunggu prosedur administrasi yang rumit dan berbelit, maka ketika Gus Dur menjadi Presiden saya mengusulkan agar bangsa Indonesia menyelenggarakan Jaminan Sosial, dan pada pemerintahan ibu Megawati saya menjadi Tenaga Ahli PT. Jamsostek untuk pendirian Trauma Center di Rumah Sakit – Rumah Sakit yang wilayahnya padat dengan pekerja/buruh dan Trauma Center dengan bantuan ambulan yang lengkap untuk penanganan trauma akibat kecelakaan kerja pada waktu itu secara serimonial kami serahkan kepada Ibu Megawati.” Terang dokter Emir.

“Saat ini pemerintah telah menjalankan jaminan sosial termasuk jaminan sosial di bidang kesehatan, karenanya silaturahmi dan reuni tahunan ini menjadi momentum yang tepat untuk melakukan urun rembuk dan sumbang saran bagi seluruh pelaku di bidang kesehatan agar mencari dan mendapatkkan solusi termasuk di kalangan para dokter yang tentu saja belum merdeka ketika dunia kesehatan kita di Indonesia belum secara paripurna memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi para pasien/masyarakat.” Tutup dokter Emir

Direncanakan kegiatan Renungan Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Ke-72 yang mengangkat tema Apakah Dokter Indonesia Sudah Merdeka? Gagasan, Pemikiran dan Solusi Tentang penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan dan Kebangsaan ini akan dihadiri oleh para pembicara antara lain dr. Emir Soendoro, SpOT selaku inisiator kegiatan ini, Dr. Chazali H. Situmorang, Apt, M.Sc (Ketua DJSN 2011 – 2015, Dosen dan Kepala P5M UNAS), H. Imam Suroso, S.Sos. SH. MM (Komisi IX DPR RI), dr. Agasjtia Wisjnu Wardhana, SpPD, KGEN, FINASIM, dr. Reno Yonora, SE, SpAn. Dan sebagai Penagggap Utama yang akan memberikan sumbang saran diharapkan dari yang mewakili DJSN, BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, IDI, Organisasi Pelayanan di Bidang Kesehatan, dr. Zulkifli S.Ekomei, dr. Indra Parindrianto, MM, dr. Fikri Suadu, M.Psi.

Dalam acara ini juga akan mendengarkan testimoni dari mantan pasien dan keluarga pasien yang mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan yang akan dipandu oleh Zulhan Evendi Sianturi dan Johanes Hutapea yang telah mengabdikan diri untuk selalu mengadvokasi dan mendampingi para pasien peserta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia bila mengalami kesulitan dan kurang mengerti dengan prosedur dan tata aturan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. [ ]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top