Opini

Elite Capture dan Pemilukada

IMG20180112192342

Oleh. WAHYU TRIONO KS
Magister Ilmu Administrasi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional dan Professionals Campaign and Political Consultant CIA.

Kita sering terpukau dengan gincu, memberi aneka warna meskipun tanpa cita rasa ketika berada di dalam air, bukan pada garam meskipun tak berwarna tetapi memberi cita rasa dan makna.

Kita juga lebih suka pada gemerlap lampu, sorot kamera dan publikasi berita, suka pada hal-hal yang artifisial bukan yang substansial dan esensial, suka pada kulit bukan isi, suka melihat hal-hal yang berada di panggung depan (front stage), bukan pada apa yang disembunyikan dan ditutup rapat pada panggung belakang (back stage).

Melalui serangkaian Pemilukada serentak Juni 2018 kita sedang dipertontonkan berbagai sekenario dan strategi oleh berbagai pihak, semua bukan faktor kebetulan atau not by accident tetapi faktor dan sekenario yang didesain atau by design.

Lihatlah betapa sebenarnya berbagai sekenario elite capture sedang bermain di wilayah tarikan antara desentralisasi administrasi dan desentralisasi politik.

Kini, apakah kita sedang berada pada tarikan tata kelola peperintahan yang baik yang di dorong oleh kekuatan dari bawah, civil society dan masyarakat madani atau kita sedang berada pada tarikan berbagai kepentingan elit atau elite capture.

Elite Capture

Salah satu negara yang paling menonjol bila kita membicarakan penguasaan kepentingan elit (elite capture) adalah tentang Republik Sierra Leone yang berada di Afrika Barat.

Sierra Leone adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Sepanjang 11 tahun (1991-2002) negara ini mengalami peperangan internal karena perebutan kekuasaan dan sumber daya alam terutama berlian.

Telah terjadi kegagalan penerapan desentralisasi di Sierra Leone (1997) dimana desentralisasi malah menimbulkan ancaman serius terhadap integrasi politik bangsa sehingga terjadi kesepakatan nasional untuk merubah bentuk hubungan pusat dan daerah kembali menuju arah sentralisasi.

Ada tiga faktor utama yang menjadi pemicu terjadinya konflik dan peperangan internal di Sierra Leone yaitu: perebutan sumber daya alam terutama berlian, pemerintahan yang lemah dan terjadinya elite capture pada proses desentralisasi di pemerintahan lokal.

Melissa T. Labonte (2011) dengan amat menarik menguraikan tentang proses bangkitnya Sierra Leone dalam menata kembali desentralisasi dalam karyanya From Patronage to Peacebuilding? Elite Capture and Governance From Below in Sierra Leone.

Hal pokok dari pandangan dan gagasan Melissa T. Labonte berkaitan dengan dukungan terhadap pembangunan perdamaian bagi Sierra Leone adalah dengan menerapkan kembali desentralisasi yang mengenal adanya sistem kepala suku dan dewan daerah.

Untuk mengurangi penguasaan kepentingan elite terhadap pemerintah maka dilakukan dengan dua pendekatan kontra elite dan bersama elite. Pada pendekatan kontra elite para elite dianggap sebagai orang yang harus disongkirkan untuk mencapai tujuan perdamaian. Oleh karena itu mereka tidak boleh terlibat dalam semua proses disain kepemerintahan.

Sebaliknya dengan pendekatan bersama elite diasumsikan bahwa diantara banyak para elite yang serakah masih terdapat yang memiliki hati yang baik, sehingga mereka yang serakah dapat belajar menjadi baik hati. Diharapkan para elite yang baik hati ini dapat lebih berperan dalam membangun perdamaian melalui desentralisasi.

Elite Capture pada Pemilukada

Elite capture terjadi apabila para elit terlalu mengontrol, membentuk dan memanipulasi proses pengambilan keputusan dari institusi atau struktur pemerintahan demi kepentingan dan keuntungan mereka sendiri baik berbentuk materi maupun non materi.

Mengapa elite capture bisa terjadi? Jawabannya adalah karena adanya kesempatan. Seperti yang dicatat oleh Bank Dunia bahwa para elit berusaha menguasai pengambilan keputusan pemerintahan lokal atau pemerintahan daerah, hal ini terjadi pada negara-negara yang demokrasinya telah berkembang. Apalagi bila tidak ada sanksi ancaman maka ruang untuk ikut campur bagi para elit makin terbuka dan makin terbuka juga terjadinya elite capture.

Apabila Pemilukada menjadi pintu masuk bagi para elit untuk nantinya terlibat dalam mempengaruhi, mengontrol, membentuk dan memanipulasi keputusan dari institusi dan struktur pemerintahan daerah oleh pimpinan daerah yang dikontrol kemenangannya oleh elit maka sejatinya Pemilukada hanya merupakan demokrasi prosedural yang memformalkan dan melegalkan elite capture.

Tantangan demokrasi prosedural yang memformalkan elite capture melalui Pemilukada atau hadirnya sedow state atau pemerintahan bayangan sebagaimana yang dikemukakan Syarif Hidayat tengah berlangsung dalam tarik menarik kepentingan para elite dan para aktor dan figur politik.

Kemudian posisi rakyat dalam tarikan kepentingan politik desentrslisasi berada dimana? Pada waktunya, bila dominasi dan peran elit begitu dominan memainkan peran elite capture melalui Pemilukada maka dorongan arus bawah, atau masyarakat sipil, civil society atau masyarakat madani yang menginginkan keseimbangan desentralisasi politik dan desentralisasi administrasi akan menggusur peran elite dan meniadakan elite capture.

Gerakan kontra elite ini sebenarnya yang oleh kalangan akademisi dan kelompok kelas menengah tidak berharap terjadi jika semua kelompok masyarakat sipil (civil society) dan masyarakat madani dapat mengawasi dan mencegah terjadinya pembajakan Pemilukada menjadi pintu masuk kelompok elit untuk memuluskan agenda dan kepentingan elite capture.

Tentu saja, Sierra Leone menjadi negara paling tepat untuk kita mengaca dan berbenah tentang bagaimana pilihan kita membangun desentralisasi yang secara substansi untuk meningkatkan pelayanan publik dan membangun masyarakat madani.

Atau bila tidak, tentu kita sedang membiarkan negeri ini menuju perebutan sumberdaya politik, ekonomi dan sumberdaya lainnya dengan pertikaian yang akan menghantarkan kita pada konflik dan peperangan internal!  (Like & Share)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top