Buku

Prabowo Subianto: Paradoks Indonesia

Prabowo Subianto Paradoks Indonesia

Sebagai penulis, editor dan penyunting buku saya bergembira di akhir pekan ini ditemani sebuah buku yang menarik, dengan judul Pandangan Strategis Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia, Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin yang ditulis oleh Bapak Prabowo Subianto.

Buku cetakan kedua, Maret 2017 setebal 132 halaman dengan ukuran 21 x 29,7 cm ini dicetak ekslusif dengan Editor: Bapak Yusuf A. Rawis, diterbitkan oleh Koperasi Garuda Yaksa Nusantara. Buku ini saya terima dari Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, seorang Purnawirawan yang memiliki pandangan yang sama dengan Bapak Prabowo Subianto untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia.

Buku ini dibagi menjadi lima bagian: Pertama, Membangun Kesadaran Nasional. Kedua, Tantangan Besar 1: Kekayaan Indonesia Mengalir Ke Luar. Ketiga, Tantangan Besar 2: Demokrasi Indonesia Dikuasai Pemodal Besar. Keempat, Strategi Kita: Mencegah Tragedi Indonesia. Kelima, Menjawab Tantangan Sejarah.

Negara kita kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kita Sebenarnya bisa menjadi negara kelas atas yang disegani dan dihormati. Seluruh rakyat Indonesia bisa hidup sejahtera. Sesungguhnya, inilah tujuan kita bernegara.

Namun, jika negara kita benar kaya, kenapa sampai saat ini masih banyak rakyat Indonesia yang hidup miskin dan lapar? Kenapa cari pekerjaan yang layak begitu susah? Kenapa kita masih membaca, negara kita harus berutang untuk sekedar membayar bunga utang? Kenapa kekayaan kita terus mengalir ke, dan berdiam di luar negeri? Kenapa politisi-politisi kita seakan tidak mampu berbuat banyak?

Membaca buku ini begitu menyenangkan dengan disain dan layout yang menarik disertai dengan gambar dan diperkaya dengan data dan infograf-infograf yang indah dilihat tetapi memiriskan perasaan dan batin kita, karena pahitnya kenyataan-kenyataan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Bagi saya buku ini bukan saja sekadar Pandangan Strategis Bapak Prabowo Subianto tetapi koreksi dan kritik obyektif dan mendalam, diperkaya dengan data dan infograf-infograf yang akurat tentang kondisi betapa memang benar Paradoks-nya Indonesia: Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin. [Wahyu Triono KS].

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top